AISAH, A (2024) ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN ANAK PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA DUMAI. Diploma thesis, STIA LANCANG KUNING DUMAI.
|
Text (skripsi)
file skripsi aisah (211009081125).docx Download (851kB) |
Abstract
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Dumai merupakan lembaga pemerintah daerah yang memiliki peran penting dalam melaksanakan kebijakan perlindungan anak guna menjamin terpenuhinya hak-hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, serta terlindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan terdapat gejala masalah antara lain: masih tingginya angka kekerasan terhadap anak di Kota Dumai, masih kurangnya sosialisasi perlindungan anak kepada masyarakat, serta keterbatasan anggaran yang menyebabkan beberapa program belum berjalan secara optimal.
Berdasarkan gejala masalah tersebut, rumusan masalah pokok penelitian ini yaitu: "Bagaimana Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai?". Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan perlindungan anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan kebijakan perlindungan anak di Kota Dumai.
Teori yang digunakan menurut George C. Edwards III (1980) dalam Subianto (2020) terdapat empat indikator implementasi kebijakan yaitu: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai sebanyak 69 orang yang dijadikan sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh (metode sensus). Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan skala likert.
Hasil dari penelitian ini diperoleh skor sebesar 1.961 yang dikategorikan baik dan berada pada rentang skor 1.933–2.484. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan perlindungan anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai pada faktor pendukung dapat dilihat pada
indikator sumber daya dan disposisi, pada indikator sumber daya adanya tenaga pelaksana khusus perlindungan anak, tenaga psikolog, serta pegawai yang mampu memberikan edukasi tentang hak-hak anak menjadi modal utama dalam mempercepat proses penanganan kasus dan peningkatan kesadaran masyarakat. Pada indikator disposisi, dukungan pelaksana terlihat dari sikap aparat yang memiliki komitmen tinggi, rasa tanggung jawab, empati terhadap anak korban kekerasan, serta kesediaan untuk merespons cepat setiap laporan, memberikan solusi nyata melalui pendampingan, rujukan, maupun mediasi. Adapun faktor penghambat dalam implementasi kebijakan perlindungan anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai terlihat pada indikator komunikasi dan struktur birokrasi. Pada indikator komunikasi, hambatan yang muncul yaitu sosialisasi perlindungan anak belum dilakukan secara merata dan berkelanjutan kepada masyarakat serta penyampaian informasi yang belum konsisten. Pada indikator struktur birokrasi, hambatan terlihat dari pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang belum sepenuhnya diterapkan dengan baik serta pembagian tugas dan koordinasi antarbagian yang belum maksimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with username stia |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:24 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:24 |
| URI: | http://repository.stia-lk-dumai.ac.id/id/eprint/208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

